Di Luar Jalur La Nyalla Mattalitti, ISL Tolak Gabung Timnas Indonesia

 

Jakarta – Klub ISL pegang komitmen. Jalur timnas sudah jelas: PSSI La Nyalla Mattalitti atau JC PSSI. Di luar itu, mereka emoh melepas pemainnya. Dualisme timnas terus memanas. Kondisi itu dipicu pernyataan Limbong, Koordinator Timnas PSSI Djohar Arifin Husin.

Kendati rapat II Joint Committee (JC) PSSI yang langsung difasilitasi AFC, Kamis (20/9), memutuskan timnas masuk wilayah kerja JC PSSI, Limbong beranggapan lain. Timnas tetap di bawah kendali langsung PSSI Djohar.

Bahkan, Limbong bilang tidak akan mengakomodasi timnas PSSI La Nyalla yang dihuni pemain-pemain Indonesia Super League (ISL) dan pelatih Alfred Riedl.

“Jika JC PSSI gagal memahami dan menjalankan keputusan rapat keduanya soal timnas, jangan salahkan klub ISL yang tidak akan memberikan pemainnya buat timnas,” tegas La Nyalla.

Bukan tanpa alasan jika La Nyalla melihat dan menilai timnas di bawah kontrol PSSI Djohar amburadul, baik soal manajemen maupun kualitas.

“Manajemen mereka tidak profesional. Begitu juga kualitas pemain dan pelatihnya. Jadi, secara keseluruhan, kualitas timnas itu tidak menjanjikan. Kami tidak mau terseret-seret hal yang buruk,” tandas La Nyalla.

Lebih lanjut, Ketua Umum PSSI yang terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 18 Maret 2012 itu mengaku sudah membaca dan sepakat dengan hasil rapat II JC PSSI di Kuala Lumpur, Malaysia, serta sikap yang diusung AFC.

“Timnas harus satu, itu betul. Timnas harus berada di bawah payung PSSI, itu pun betul. Namun, AFC juga mengakui ada masalah di dalam timnas. Oleh karena itu, AFC minta JC PSSI mengharmonisasi masalah itu. Nah, apa lagi diributkan?” cetus La Nyalla.

“Sebenarnya, memang kondisi itulah yang saya inginkan sejak awal. Ya, JC PSSI turun tangan soal pengelolan timnas,” pungkas La Nyalla.

Akibat dari sikap PSSI Djohar yang tidak mau menempatkan timnas di bawah kendali JC PSSI, PSSI La Nyalla pun bentuk timnas yang sama-sama disiapkan tampil di Piala AFF 2012 Malaysia dan Thailand.

Timnas PSSI La Nyalla kini tengah menempa diri dalam TC dipimpin Riedl di Batu, Malang. Bahkan, Oktober 2012, mereka merencanakan uji coba di Australia.

Jika PSSI Djohar bersikeras tidak mau memasukkan timnas dalam wilayah kerja JC PSSI sesuai hasil rapat II JC PSSI, bukan tidak mungkin di Piala AFF 2012 timnas Indonesia bakal diwakili 2 tim.

“Jika mereka tidak mematuhi hasil rapat II JC PSSI soal timnas, sampai kiamat pun klub ISL tidak akan melepas pemainnya. Sementara timnas kami pun akan maju terus,” tegas La Nyalla.

Jika itu terjadi, jelas bakal bikin malu Indonesia. Bahkan, mereka yang tak terkait dengan urusan bola pun patut merasa dipermalukan akibat kekonyolan itu. Lalu, kalau sudah begitu, siapa yang patut disikapi? Tanggung jawab di tangan siapa? (Syamsudin W)

Source:

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=311946

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s