Bapak Djoko Driyono Inginkan KB Tetap 7 Orang

Jakarta – Salah satu anggota Komite Bersama (KB), Djoko Driyono tidak mau berkomentar banyak atas mundurnya Todung Mulya Lubis dari KB.

Pria asal Ngawi itu mengakui bahwa pekerjaan KB memang tidak mudah. Habitat Todung yang bukan orang bola mungkin menyulitkan pengacara kondang itu menghadapi orang-orang bola yang ternyata sangat kreatif.

Bagi Djokdri sendiri pekerjaan mengimplementasikan isi MoU yang sudah dilahirkan KB harus terus dijalankan dengan baik. Hal itu bisa terwujud apabila semua pihak yang ada di KB mempunyai komitmen untuk menjalankan amanah.

Djokdri mensinyalir pihak-pihak di luar KPSI kurang serius mengimplementasikan hasil-hasil rapat di KB, bahkan sering kali pertemuan tertunda.

Padahal, sambung Djokdri, anggota KB harus mencurahkan perhatian, energi, dan rasa ketidakputusasaan untuk mencari terobosan agar permasalahan sepak bola Indonesia cepat selesai. Permasalahan yang dimaksud adalah perihal liga, timnas, revisi statuta, pengembalian empat anggota Komite Eksekutif, dan kongres.

“MoU dan Komite Bersama itu ditakdirkan untuk menghadapi kesulitan. Saya melihat karena ada tantangan sulit itu, maka diperlukan hal-hal itu. Sejauh ini, saya secara pribadi melihat Komite Bersama tidak memiliki etos, ritme kerja yang bisa mengimbangi kesulitan itu,” kata Djokdri, sapaan akrab Djoko Driyono, Rabu (31/10).

Djokdri sendiri justru melihat anggota KB datang sebagai utusan pihak. Hal ini pula yang menimbulkan persepsi atas pertemuan tersebut sekedar mewakili. Apalagi, komunikasi antara sesama anggota minim. Menurutnya, KB hanya memanfaatkan pertemuan resmi saja.

“Hasilnya, pertemuan tak menghasilkan, malah pertemuan menjadi ajang perdebatan, bukan diskusi,” jelas pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia.

“Saya melihat sepak bola Indonesia sedang diuji oleh waktu, di mana pada ujung Desember nanti semua orang sudah menunggu. Kita akan lihat apakah kita bisa keluar dari kesulitan di sepak bola Indonesia dengan kondisi seberat apapun termasuk mundurnya Todung,” jelas pria yang menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu.

Djokdri menambahkan, Komite Bersama dalam waktu dekat ini akan diperhadapkan dengan masalah sulit. Yang paling krusial, jelasnya, perihal persiapan kongres.

“Dalam kongres nanti ada empat isu. Yang pertama menyoal tanggal. Kedua, mengenai apa yang diperdebatkan sebelumnya yaitu bentuk kongres itu, apa Kongres Luar Biasa atau Kongres Biasa. Ketiga menyangkut agenda, adapun yang keempat menyangkut voting delegates,” jelas Djokdri.

Lantas Djokdri pun mengajak para anggota untuk berkaca pada saat adanya Komite Naturalisasi (KN). Saat itu menurutnya, intensitas komunikasi dan inisiatif sangat intens. Meski sulit, pekerjaan KN akhirnya membuahkan hasil.

“MoU sudah tersedia dan itu harus kita maksimalkan,” ujar Djokdri.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Djamal Azis akan menggantikan Todung sebagai ketua, Djoko secara diplomatis menjawab bahwa hal itu tidak diatur secara spesifik di forum KB.

Dengan begitu, 7 anggota KB yang ada saat ini harus dimaksimalkan untuk mengambil keputusan strategis.

“Yang ada saat ini tentu dalam sifat-sifat normatif, Wakil Ketua bisa menggantikan peran. Tapi keputusan apapun sifatnya kolektif. Ada peran lain yang harus dijalankan Sekjen PSSI dalam konteks administratif dan korenpodensi. Kita harus manfaatkan semua yang masih eksis,” tegasnya.

Source: Bolanews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s