Djohar Arifin Semakin Terdesak; Kemenangan Itu Semakin Dekat, Sahabat!

Suksesi Pimpinan PSSI atau SANKSI FIFA
Tak lagi akui Djohar
Jakarta – Meski Saud Hamonangan Sirait, Ketua Joint Committee (JC) yang baru menggantikan Todung Mulya Lubis  menegaskan tidak akan ada agenda pemilihan Ketua Umum baru dalam Kongres PSSI nanti, namun sepertinya hal itu masih bisa berubah sesuai dengan dinamika selama kongres berlangsung.

Saud, dalam jumpa pers Rabu malam di Kantor PSSI menegaskan bahwa hanya ada 3 agenda dalam kongres yang merupakan amanat MoU JC PSSI, yaitu:

  1. Unifikasi liga/kompetisi.
  2. Revisi statuta.
  3. Pengembalian 4 Exco. PSSI (La Nyalla Mattalitti, Toni Apriliani, Erwin Dwi Budiawan, dan Roberto Rouw) yang dipecat kembali ke posisinya tanpa syarat.

Namun, ketiga agenda tersebut masih dimungkinkan berubah atau bertambah mengingat sifat kongres yang akan digelar bersama oleh PSSI & KPSI nanti bersifat Kongres Biasa.

Sesuai dengan Statuta FIFA, dalam Kongres Biasa dimungkinkan penambahan atau perubahan agenda asalkan 2/3 peserta kongres menginginkannya.

Apalagi, sesuai dengan isi MoU, peserta kongres nanti merupakan peserta Kongres Luar Biasa di Solo 9 Juli 2011.

“Peserta kongres berdasarkan yang tertera di MoU (KLB Solo-red). Sementara tempat dan tanggal kongres akan dikonsultasikan ke AFC, yakni antara tanggal 9 atau 10 Desember dan tempatnya di Palangkaraya atau Jakarta,” tegas Saud.

Perlu diketahui, peserta KLB Solo semula adalah pendukung yang mengangkat saudara Djohar Arifin Husin sebagai Ketua Umum PSSI masa bakti 2010-2015.

Namun, dukungan itu telah beralih atau berpindah kepada Bapak La Nyalla Mattalitti yang dipilih sebagai Ketua Umum PSSI dalam KLB PSSI versi Ancol pada 18 Maret 2011.

Apa yang dihasilkan oleh JC PSSI, sebagaimana disampaikan oleh Saud boleh jadi merupakan “setengah” kemenangan bagi kelompok Bapak La Nyalla Mattalitti dan keluarga besar KPSI.

Dari hitung-hitungan yang ada, jika kongres dilaksanakan, hampir sebagian besar voter KLB Solo 9 Juli 2011 telah merapat ke kubu Bapak La Nyalla Mattalitti.

Hal itu tentu saja dapat menjadi bumerang bagi Saudara Djohar Arifin Husin. Sebab voter merupakan pemegang suara tertinggi dalam kongres.

Apabila 2/3 voter menginginkan adanya pemilihan Ketua Umum PSSI baru, maka tentu saja kongres tidak dapat berkata “tidak” untuk meluluskannya. Terlebih lagi, apabila hal itu disetujui oleh perwakilan AFC atau FIFA yang hadir sebagai pengawas jalannya kongres.

Jadi, bukan mustahil, Saudara Djohar Arifin Husin akan lengser dari kursi yang dipertahankannya selama ini.

Memang Saud menyatakan, kongres tetap mengacu pada perintah FIFA lewat kepanjangan tangan AFC yang mengharuskan agenda kongres harus sesuai dengan MoU, yang hanya mengagendakan 3 agenda.

Peluang Melengserkan Djohar Arifin Husin

Namun, sumber terpercaya menyatakan peluangnya sangat besar bahwa kongres nanti mengarah pada pemakzulan Saudara Djohar Arifin Husin dari kursinya.

Bapak La Nyalla Mattalitti sendiri menegaskan bahwa hanya ada satu kongres, dan itu bukan kongres PSSI ataupun kongres PSSI versi KLB Ancol, melainkan kongres untuk menemukan SOLUSI TERBAIK bagi sepak bola Indonesia.

“Sabar, ada kans untuk itu, seperti pertanyaan kau itu kan,” ujar sumber yang menolak untuk ditulis namanya.

Sumber lain malah menyatakan bahwa anggota klub, pengprov, pengcab yang setia kepada Bapak La Nyalla Mattalitti sudah berkumpul di Jakarta, sejak Rabu (5/12) kemarin.

Tujuannya jelas, untuk merapatkan barisan menjelang digelarnya kongres PSSI. Meskipun harus menunggu penyelesaian dualisme klub dan pengprov yang verifikasinya akan dilakukan oleh Halim Mahfudz, Sekjen PSSI dan Sefdin, staf Bapak La Nyalla Mattalitti.

Namun, sejak dari pertemuan Menpora Andi Malarangeng yang telah merestui langkah-langkah Bapak La Nyalla Mattalitti maka dapat dipastikan bahwa tahta Saudara Djohar Arifin Husin tidak lama lagi akan terjungkal.

Apalagi, situasi sekarang ini sangat tidak menguntungkan bagi Saudara Djohar Arifin Husin. Kegagalan Timnas Indonesia di pentas Piala AFF 2012 seperti jalan tol yang memuluskan dirinya lengser dari kursi PSSI.

Dengan demikian, Bapak La Nyalla Mattalitti sangat berpeluang menggantikan Saudara Djohar Arifin Husin. Sebab, yang dibutuhkan Bapak La Nyalla Mattalitti tinggal legitimasi AFC dan FIFA saja, yang selama ini memang tidak dimiliki beliau.

Kelemahan Djohar Arifin Husin

Kelebihan Bapak La Nyalla Mattalitti dari Saudara Djohar Arifin Husin adalah jalan mulus ke depan bagi penyelamatan sepakbola Indonesia seandainya beliau benar-benar menjabat Ketua Umum PSSI yang diakui AFC dan FIFA. Sebab, KONI, BOPI, dan Menpora nyaris bukanlah “musuh” bagi Bapak La Nyalla Mattalitti.

Sudah diketahui umum, rezim PSSI Saudara Djohar Arifin Husin yang bertekad tegakkan statuta secara konsekuen bagaikan “musuh” bagi KONI, BOPI, termasuk Menpora.

Kasus PON dan pencairan dana timnas merupakan salah dua kasus yang membuat rezim PSSI di bawah Saudara Djohar Arifin Husin berjuang sendirian.

Gaya kepemimpinan Saudara Djohar Arifin Husin yang populis, yang memantik simpati masyarakat, seperti lewat aksi koin peduli dan sebagainya, cenderung tidak disukai KONI, BOPI, juga Menpora. Hal itu pula yang menjadi blunder besar Saudara Djohar Arifin Husin.

Semoga saja, skenario ciamik di atas akan sukses di kongres nanti. Sejak dini, agaknya pantas kita ucapkan selamat bertugas kepada Bapak La Nyalla Mattalitti di pos barunya untuk selamatkan sepakbola Indonesia, “Sekali layar terkembang, surut kita berpantang!”

UPDATE: Sanksi FIFA 90% Jadi Kenyataan

Sore ini, Kamis, 6 Desember 2012, kabar mengejutkan bergaung dari Pintu X-XI Gelora Bung Karno, Senayan, yang tak lain adalah kantor PSSI.

Sekjen PSSI, Halim Mahfudz memaklumkan bahwa PSSI tetap pada pendirian semula, yaitu akan tetap melaksanakan Kongres Luar Biasa yang digelar 10 Desember di Palangkaraya.

Halim berpendapat bahwa sesuai dengan Statuta FIFA, kongres yang akan digelar mestinya mengundang voter  yang hadir dalam Kongres Tahunan Palangkaraya pada 18 Maret 2012, bukan voter yang menghadiri KLB Solo 9 Juli 2011.

Halim mengakui harus mengabaikan MoU JC PSSI yang telah disepakati karena menganggap apa yang diatur statuta lebih tinggi derajatnya. Logikanya, aturan statuta tidak dapat dan tidak boleh dikalahkan oleh aturan MoU.

Kabar mengejutkan itu belum genap 24 jam setelah Menpora Andi Alfian Malarangeng kemarin malam mengancam agar PSSI dan KPSI (PSSI versi KLB Ancol) sebaiknya bersepakat bersama mengadakan satu kongres.  Jika tidak, maka pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Menpora akan mengambil alih kewenangan sepakbola sepenuhnya.

Langkah Halim tentu mengejutkan keluarga besar KPSI yang sejatinya sudah berada di atas angin membayangkan satu kongres. Namun, jika Halim memang berkeras demikian, maka hanya ada 2 opsi di muka.

Pertama, Menpora akan langsung merenggut kewenangan sepakbola dari PSSI, sebagaimana pernah dilakukan terhadap kepengurusan Bapak Puang Nurdin Halid. Konsekuensinya, PSSI tentu terancam sanksi FIFA lantaran pemerintah intervensi dalam masalah persepakbolaan, yang merupakan hal HARAM di mata FIFA.

Kedua, Menpora mungkin akan meninjau terlebih dahulu, apakah kongres yang digelar oleh PSSI direstui atau tidak oleh FIFA. Jika ternyata direstui, maka tentu Bapak La Nyalla Mattalitti tidak akan tinggal diam.

Demi penyelamatan sepakbola langkah PSSI harus dihentikan, dan Bapak La Nyalla Mattalitti kemungkinan akan meminta kepada Menpora agar mengambil alih saja wewenang sepakbola dari PSSI.

Sahabat, jika sanksi FIFA ternyata pilihan terakhir yang lebih baik bagi persepakbolaan tanah air, apa boleh buat hal itu harus dijalani. Anggaplah itu sebagai suratan takdir yang harus diterima dan dihadapi.

Lagipula, saknsi FIFA hanya terjadi di level internasional di mana timnas tak pernah berprestasi. Ikut even internasional maupun tidak, sama saja bukan?

Sambil menjalani sanksi, ISL liga paling kompetitif dan profesional akan jalan terus dan berkembang semakin sempurna menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalitas. Ibarat kupu-kupu, sepakbola Indonesia akan indah pada waktunya lewat semadi dalam tajuk sanksi FIFA.

Anggap itu ikhtiar penyelamatan sepakbola yang masih dapat dilakukan, “Sekali layar terkembang, surut kita berpantang!”

Source: berbagai sumber/admin

2 responses to “Djohar Arifin Semakin Terdesak; Kemenangan Itu Semakin Dekat, Sahabat!

  1. KPSI BAJINGAN. THAT’S ALL. MAU MEREKA MENANG, MAU MEREKA KALAH, ITU TAK MENGUBAH FAKTA BAHWA MEREKA BAJINGAN.

  2. hehehe….tulisannya amatir banget.ini mah bukan wartawan, ini tulisan pembantunya la nyala.untuk johar disebut”saudara”, utk la nyala “bapak”..sudahlah bung! orboroOORBA.!!!mmmenmengjharg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s